all korean lovers

yuukberbagi cerita tentang korea

Tarian rakyat Korea (민속무용)

chinggudeul kita udah belajar ytarian istana korea naah kali ini kita belajar tarian rakyat korea ini dia tariannya…

Tarian rakyat Korea (민속무용) adalah jenis tarian Korea yang bermula dari berbagai ritual keagamaan dan upacara pemujaan kepada dewata-dewata shamanisme (gut) serta perayaan-perayaan rakyat. Tarian rakyat yang lahir dari peristiwa-peristiwa ini dibentuk dan dipelihara oleh masyarakat sebagai hal yang penting dalam kehidupan mereka. Lama-kelamaan tarian-tarian ini menyatu ke dalam berbagai aktivitas masyarakat selain kegiatan religius seperti untuk hiburan dan kesenian.

Lukisan gisaeng menarikan geommu atau tari pedang pada masa Dinasti Joseon karya Hyewon.

Pada masa kerajaan Silla, para bangsawan secara aktif mengembangkan seni tari dan dapat dinikmati baik oleh rakyat jelata maupun kaum bangsawan. Tradisi ini diturunkan ke masa Dinasti Goryeo, yang mengikutsertakan para penari dan penyanyi ke dalam perayaan-perayaan nasional. Namun pada masa Dinasti Joseon, para bangsawan (yangban) menolak menggerakkan tubuh mereka untuk menari dan mulai pada periode ini para penari telah dikategorikan sebagai warga kelas bawah. Karena kesempatan masyarakat untuk menari dengan bebas sudah hilang, maka dimana mereka bisa menari adalah dalam perayaan shamanisme seperti gut atau pada perayaan pesta panen raya.

Pada periode Joseon, kelompok penghibur profesional dibentuk dan tarian yang mereka pentaskan membutuhkan keterampilan dan teknik yang tinggi. Sebagian besar penari profesional ini adalah anggota dari naryeodogam, lembaga yang dibuat pemerintah untuk pentas pada narye (ritual menolak bala), upacara di istana, dan hiburan untuk utusan asing. Namun naryeodogam dihapuskan pada masa pemerintahan Raja Injo, jadi para penari ini memencar ke seluruh negeri. Mereka akhirnya dikenal sebagai jaein (“penghibur”) dan sadangpae (kelompok penghibur yang mengembara) yang berkeliling negeri untuk menampilkan talchum, yang akhirnya ikut mengembangkan tari topeng di berbagai daerah. Mereka juga mengembangkan berbagai jenis tarian rakyat yang dinikmati oleh rakyat jelata.

Pada tahun 1910, Aakbu atau “Kantor Musik Istana” dihapuskan, sehingga banyak pegawai istana seperti pelayan pesta dan anak laki-laki penari yang bekerja di istana mulai keluar. Sistem perekrutan gisaeng milik pemerintah juga dihapuskan. Kelompok penghibur seperti penari laki-laki dan gisaeng mulai menghibur di teater gaya barat yang dibangun untuk pertama kalinya di Korea. Mereka menarikan tarian tradisional dan tari topeng. Para gisaeng mulai melatih peminat dan mengajarkan berbagai kesenian tradisional. Para penghibur ini berupaya mengubah tarian rakyat yang kasar dan sederhana menjadi bentuk pertunjukkan yang menarik dan indah untuk ditampilkan. Mereka juga berjasa dalam menggabungkan unsur-unsur estetika kaum bangsawan dengan seni rakyat jelata yang sederhana.

Salpuri

Tarian rakyat secara luas dapat dikategorikan menjadi tarian populer dan tarian yang bersifat artistik. Tarian populer adalah tarian-tarian yang non-profesional khas daerah yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari seperti perayaan panen raya dan berbagai festival. Tari-tari ini memiliki asal dari ritual shamanisme dan aktivitas pertanian. Gerakan khas dari daerah asal memberi corak yang kental akan kesederhanaan dan biasanya ditarikan secara berkelompok seperti Ganggangsullae, Nodongchum (“tari memacul”), dan Deotbaegichum. Tari yang bersifat artistik bermula dari tarian yang dipentaskan untuk upacara keagamaan dan permainan tradisional. Namun, seiring berjalannya waktu, kesenian tersebut kehilangan makna religiusnya dan kualitas estitetikanya dipoles lewat keterlibatan para penghibur yang mementaskannya. Tari ini khusus ditampilkan untuk tujuan profesional dan komersil yang mana telah mengalami pemolesan dan pengkonstruksian kembali. Contohnya adalah Seungmu (“tari biksu”), Salpuri (“tari penyucian jiwa”), Geommu (“tari pedang”), nongak dan talchum.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 16 March 2011 by in belajar yuuk, wisata korea and tagged .
%d bloggers like this: