all korean lovers

yuukberbagi cerita tentang korea

yuuuk belajar kebudayaan dan tradisi di korea

Choson — Negeri Setenang Pagi Hari

Hay chingu ketemu lagi ma wie disini kangeen rasanya setelah sekian lama gak mampir di blog ne… oh ya kali ini wie mo ajak kalian belajar mengenal kebudayaan ,tradisi,seni dan semua tentang Negara korea ayooo ikuuuut belajar……

:+: ~ Keadaan Sosial Budaya ~ :+:

Sistem Kebudayaan Budaya Perkawinan

Nah chingu pertama kita belajar kebudayaannya Kebudayaan garis keluarga di Korea diatur berdasarkan sistem Patrilinial. Para Pria di korea memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarga dan diwajibkan untuk bekerja. Wanita diperbolehkan untuk bekerja hanya kalau diperbolehkan oleh suami mereka atau jika hasil kerja suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tugas utama wanita di korea adalah untuk mengasuh anak dan menjaga rumah.

Budaya perkawinan di Korea sangat menghormati kesetiaan. Para janda, walaupun jika suami mereka mati muda, tidak dizinkan menikah lagi dan harus mengabdikan hidupnya untuk melayani orang tua dari suaminya. Begitu juga yang terjadi pada seorang duda yang harus melayani orang tua dari istrinya walaupun istrinya tersebut mati muda. Budaya dalam Hal Keturunan Dalam budaya Korea , keturunan atau seorang anak dianggap sebagai sebuah anugerah yang amat besar dari Tuhan.

karenanya, setiap keluarga disarankan untuk memiliki paling tidak seorang anak. Oleh karena budaya yang amat menghormati anugerah Tuhan itu, aborsi yang bersifat sengaja akan diberikan hukuman yang amat berat secara adapt, yaitu hukuman mati kepada sang Ibu dan orang lain yang mungkin terlibat di dalamnya, seperti suaminya (jika suaminya yang memaksa), dokter (jika dokter yang memberikan sarana untuk aborsi), dll. tetapi, secara hukum, tidak akan diadakan hukuman mati. Hukuman mati biasanya hanya dilaksanakan di daerah pedalaman Korea di mana adat masih berpengaruh secara kuat. Pembagian harta warisan dalam budaya ini amatlah adil. Tanpa memperdulikan jenis kelamin, keturunan dari seseorang akan mendapatkan pembagian harta dengan jumlah yang sama dengan saudara-saudaranya.Akan tetapi, dalam prakteknya ini tidak selalu terjadi. Kebanyakan orang tua menyisihkan lebih banyak harta warisan kepada anak tertua mereka.

 

Budaya Makanan Dalam budaya Korea

ada satu makanan khas yang memiliki suatu arti yang tidak dimiliki oleh makanan lainnya. Makanan ini disebut kimchi. Di setiap session makanan, ketidakberadaan kimchi akan memberikan kesan tidak lengkap. Kimchi adalah suatu makanan yang biasanya merupakan sayuran yang rendah kalori dengan kadar serat yang tinggi (misalnya bawang, kacang panjang, selada, dan lain-lain) yang dimasak sedemikian rupa dengan bumbu dan rempah-rempah sehingga menghasilkan rasa yang unik dan biasanya pedas. Dalam kenyataannya (menurut hasil penelitian kesehatan WHO), jenis-jenis kimchi memiliki total gizi yang jauh lebih tinggi dari buah manapun. Hal yang membuat kimchi menjadi makanan yang spesial ada banyak faktornya. Faktor pertama adalah pembuatannya. Kimchi (dalam hal ini adalah kimchi yang dihidangkan untuk acara-acara spesial, bukan kimchi untuk acara makan biasa dan sehari-hari) dibuat oleh wanita dari keluarga bersangkutan yang mengadakan acara tersebut dan hanya bisa dibuat pada hari di mana acara tersebut dilaksanakan. Semakin banyak wanita yang turut membantu dalam pembuatan kimchi ini, semakin “bermakna” pula kimchi tersebut. Kimchi juga merupakan faktor penentu kepintaran atau kehebatan seorang wanita dalam memasak. Konon katanya, jika seorang wanita mampu membuat kimchi yang enak, tidak diragukan lagi kemampuan wanita tersebut dalam memasak makanan lain. Faktor ketiga adalah asal mula kimchi. Kimchi pada awalnya dibuat oleh permaisuri dari Raja Sejong sebagai hidangan untuk perayaan Sesi.

Kebiasaan / Tradisi, Kesenian, Bahasa

Kebiasaan / Tradisi

Ada sebuah tradisi / kebiasaan

yang cukup terkenal di Korea. Tradisi ini dinamakan “sesi custom”. Tradisi sesi

dilaksanakan sekali setiap tahun. Sesi adalah sebuah tradisi untuk

mengakselerasikan ritme dari sebuah lingkaran kehidupan tahunan sehingga

seseorang dapat lebih maju di lingkaran kehidupan tahun berikutnya.

Tradisi sesi dilaksanakan berdasarkan kalender bulan (Lunar Calender).

Matahari, menurut adat Korea

, tidak menunjukkan suatu karakteristik musiman. Akan tetapi, Bulan menunjukkan

suatu perbedaan melalui perubahan fase bulan. Oleh karena itu, lebih mudah

membedakan adanya perubahan musim atau waktu melalui fase bulan yang dilihat.

Dalam tradisi sesi, ada lima

dewa yang disembah, yaitu irwolseongsin (dewa matahari bulan dan

bintang), sancheonsin (dewa gunung dan sungai), yongwangsin (raja

naga), seonangsin (dewa kekuasaan), dan gasin (dewa rumah).

Kelima dewa ini disembah karena dianggap dapat mengubah nasib dan keberuntungan

seseorang.

Pada hari di mana sesi dilaksanakan, akan diadakan sebuah acara makan malam

antar sesama keluarga yang pertalian darahnya dekat (orang tua dengan anaknya).

Acara makan wajib diawali dengan kimchi dan lalu dilanjutkan dengan

“complete food session”.

Ada juga mitos lain dalam memperoleh keberuntungan menurut tradisi Korea,

antara lain “nut cracking” yaitu memecahkan kulit kacang-kacangan yang keras

pada malam purnama pertama tahun baru, “treading on the bridge” yaitu berjalan

dengan sangat santai melewati jembatan di bawah bulan purnama pada malam

purnama pertama tahun baru yang katanya dapat membuat kaki kita kuat sepanjang

tahun, dan “hanging a lucky rice scoop” yaitu menggantungkan skop (sendok)

pengambil nasi di sebuah jendela yang katanya akan memberi beras yang melimpah

sepanjang tahun.

Kesenian

Kesenian tradisional di Korea, dalam hal ini musik dan tarian, diperuntukkan

khusus sebagai suatu bagian dalam penyembahan “ lima

dewa”.

Ada beberapa alat musik

tradisional yang digunakan, misalnya hyeonhakgeum (sejenis alat musik

berwarna hitam yang bentuknya seperti pipa dengan tujuh buah senar) dan gayageum

(alat musik mirip hyeonhakgum tetapi bentuk, struktur, corak, dan cara

memainkannya berbeda dan memiliki dua belas buah senar).

Tarian tradisional yang cukup terkenal di Korea

antara lain cheoyongmu (tarian topeng), hakchum (tarian perang),

dan chunaengjeon (tarian musim semi). Tarian chunaengjeon

ditarikan sebagai tanda terima kasih kepada dewa irwolseongsin dan

dewa sancheonsin atas panen yang berhasil.

Bahasa

Bahasa yang digunakan di Korea

adalah bahasa Korea

. Penulisan bahasa Korea

dinamakan Hangeul. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong pada abad ke 15. Hangeul

terdiri dari 10 huruf vokal dan 14 konsonan yang bisa dikombinasikan menjadi

banyak sekali huruf-huruf dalam bahasa Korea

. Hangeul sangat mudah dibaca dan dipelajari. Hangeul juga dianggap sebagai

bahasa tulisan yang paling sistematik dan scientific di dunia. Berikut

adalah contoh Hangeul.

2 comments on “yuuuk belajar kebudayaan dan tradisi di korea

  1. Eva
    7 August 2011

    Klo mau belajar budaya Korea, Hangul, Kpop lewat ponsel juga bisa: http://t.co/I9yqy26

    • wietika
      14 August 2011

      ooo yaa lbih mudah dong kita belajar klo udh bsa liat lewat hp thanks ya infonya eva ssi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 2 February 2011 by in wisata korea.
%d bloggers like this: